Jumat, 02 Januari 2009

Ganti Tahun

Mengakhiri ataupun mengawali tahun, sama saja. Tahun berakhir atau memulai tahun baru.
Substansinya adalah soal waktu. Bagaimana kita bisa memaknai waktu. Detik, menit, hari, minggu, hingga tahun itu berganti.
Bagi kaum tertindas, mereka yang papa, atau orang-orang yang tengah menjerit sepi, waktu adalah masa yang amat panjang. Terasa lama karena menyimpan luka.
Tapi, bagi mereka yang tengah meneguk bahagia, mereka yang beruntung kenyang, di tengah hiruk-pikuk berbagai aktivita, waktu adalah masa yang amat singkat. Terlampau cepat ia berlalu.
Waktu bisa menjadi segalanya. Waktu juga bisa menjadi beban yang menyesakkan. Waktu begitu penting, atau amat tidak berharga. Semua tergantung pada bagaimana kita bisa memaknainya.
Buat apa hura-hura ketika tahun berganti angka.
Pulanglah. Berhenti sejenak untuk melakukan refleksi diri. Tarik napas, hitunglah dari detik ke detik.

1 komentar:

  1. Nah, ada kata-kata menarik yang bisa menjadi bahan renungan, waktu dan pulang.

    Ok, tidak satupun makhluk Tuhan yang bertitel manusia bisa luput dari kejaran waktu. Setiap kedipan mata, setiap hembusan nafas, dan setiap satuan hitungan yang tidak bisa kita hitung, senantiasa memerlukan waktu. Oleh waktu, jiwa raga, fisik mental, intelektual spiritual kita dibentuk. Kita bisa memilih sebebas mungkin untuk mendapat atau memperoleh jabatan /status yang kita mau!. Mau terhormat atau terhina, mau selamat atau masuk penjara, mau bahagia atau menderita, mau merdeka atau terjajah. Cara memilih jabatan/status ini gak perlu melalui PARTAI, gak perlu saling mengklaim jabatan siapa yang memiliki level paling terhormat, gak perlu uji sertifikasi yang membuat banyak orang berlaku tidak jujur, gak perlu harus antri berdesak desakkan kaya antri BLT, gak perlu ada uji kelayakan (hi hi hi aku jadi ingat uji kelayakan kepala madrasah di Jawa Barat)oleh penguasa kepada yang dikuasa, gak perlu pake uang pendaftaran, apalagi harus pake uang sogokan segala, semua GRATIS. Syaratnya cuma satu, MAMPU MEMANFAATKAN WAKTU SEBAIK MUNGKIN!. Betul, kata Om Samuh, seseorang bisa terhormat, bisa berilmu, bisa cerdas, bisa berwibawa, semuanya tergantung pada bagaimana memaknai waktu. Hingga suatu waktu, waktu itu pulalah yang menjemput kita PULANG menghadap sang Pemilik waktu!.

    Selamat memaknai dan memanfaatkan waktu!

    BalasHapus