<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2865106568552138086</id><updated>2011-07-28T14:47:10.332-07:00</updated><category term='Refleksi'/><title type='text'>Pintu Komunika</title><subtitle type='html'>membuka ruang persahabatan, berbagi pengalaman, memperluas cakrawala pengetahuan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://saungsamuh.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Asep S Muhtadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07805981619482606281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/Si703c1SUpI/AAAAAAAAABw/FfjcauZ8vEw/S220/ASM.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>17</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2865106568552138086.post-3420735156807681157</id><published>2011-05-13T18:30:00.000-07:00</published><updated>2011-05-13T18:42:09.480-07:00</updated><title type='text'>Kampusku</title><content type='html'>Bagiku, kampus masih tetap menjadi tempat belajar. Meski hingga kini sudah lama mengajar, tapi mengajar sendiri adalah proses belajar. Aku dapat memperoleh banyak ilmu dan pengalaman. Termasuk dari kampus itu sendiri.&lt;br /&gt;Kampus, bagiku, adalah buku besar, sebuah ensiklopedi kehidupan, khususnya tentang makna akademika. Di kampus aku belajar banyak, bukan hanya tentang teori-teori yang seringkali kurang aplikatif, tapi juga tentang etika, moral, agama, dan juga demokrasi. Di kampus pula aku menemukan orang-orang jujur, salih, tawadlu, dan setia. Dan di kampus pula aku menemui orang-orang "asing" yang pandai berpura-pura akrab dan setia, padahal dia adalah penghianat.&lt;br /&gt;Mukanya dua, bahkan lebih dari dua. Di depan dia berkata manis, tapi di belakang dia berkata sebaliknya. Di depan dia bersumpah setia, di belakang dia menikam kejam.&lt;br /&gt;Tuhan, maaf, aku ingin bertanya: "Inikah yang Engkau sebut sebagai orang-orang munafiq, seperti Engkau sendiri jelaskan dalam kitab suci-Mu?".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2865106568552138086-3420735156807681157?l=saungsamuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungsamuh.blogspot.com/feeds/3420735156807681157/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2011/05/kampusku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/3420735156807681157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/3420735156807681157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2011/05/kampusku.html' title='Kampusku'/><author><name>Asep S Muhtadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07805981619482606281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/Si703c1SUpI/AAAAAAAAABw/FfjcauZ8vEw/S220/ASM.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2865106568552138086.post-7311348937126760701</id><published>2009-09-17T01:27:00.000-07:00</published><updated>2009-09-17T01:41:02.072-07:00</updated><title type='text'>Satu Syawal</title><content type='html'>Banyak orang berharap, hanya ada satu 1 Syawal. Konon, mereka capek menyaksikan perbedaan. bertahun-tahun tidak pernah sama. Berabad-abad pula mereka merindukan keseragaman. Berbeda seolah merupakan hantu dalam kehidupan.&lt;br /&gt;Mengapa harus sama? Tentu sama juga boleh. Tapi jangan dipaksa dibikin sama. Apalagi melalui pendekatan "kekuasaan". Berbeda itu jauh lebih baik, jika perbedaan itu memang berakar pada "keharusan" obyektif dan atas dasar pemikiran yang tulus tanpa pretensi apapun.&lt;br /&gt;Biarkan makhluk yang bernama "berbeda" itu tetap hidup. Kenyataan berbeda adalah buku lain yang berisi berbagai ilmu tentang cara menghargai orang lain. Agar orang tidak menjadikan "memakskan kehendak" sebagai alat yang dapat mematikan silaturahmi dan membunuh kreatifitas.&lt;br /&gt;Perbedaan itu sangat indah. Selama perbedaan itu bukan hasil rekayasa untuk membangun kesan "asal beda".  Nikmatilah perbedaan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2865106568552138086-7311348937126760701?l=saungsamuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungsamuh.blogspot.com/feeds/7311348937126760701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/09/satu-syawal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/7311348937126760701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/7311348937126760701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/09/satu-syawal.html' title='Satu Syawal'/><author><name>Asep S Muhtadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07805981619482606281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/Si703c1SUpI/AAAAAAAAABw/FfjcauZ8vEw/S220/ASM.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2865106568552138086.post-6493687485937840110</id><published>2009-06-30T08:04:00.000-07:00</published><updated>2009-06-30T08:34:00.936-07:00</updated><title type='text'>Debat</title><content type='html'>Malam ini ada debat di TV. Yang berdebat para tim sukses capres/cawapres. Saya jadi sedih, karena ingat peristiwa masa lalu. Tiga puluh tahun yang lalu, saat duduk di bangku SMP, saya suka ikut latihan berdebat. Rebutan kesempatan. Adu suara. Main intrupsi. Dan masih banyak lagi gaya anak-anak bicara yang sesekali dibumbui sedikit emosi.&lt;br /&gt;Di TV malam ini, ada debat. Tampilannya mirip sekali acara latihan debat kami tempo doeloe, waktu kami masih anak-anak. Memang rame, meski tak bermutu. Padahal, kali ini, aktor debatnya adalah para politisi, bahkan juru bicara istana. Dan, gaya debat para politisi inilah yang membuat saya sedih, karena mengingatkan saya pada kenangan lama.&lt;br /&gt;Hmmm..., mungkin inilah cermin budaya demokrasi di negeri ini. Kebebasan bicara yang lahir prematur di tengah kealfaan budaya politik demokratik. Hingga akhirnya perdebatan pun hanya mampu menyajikan semangat apologetik.&lt;br /&gt;Ya, lumayan, itung-itung sekolah retorika, sekalian mencari bibit potensial orator masa depan. Seusai pilpres nanti, mudah-mudahan mereka naik kelas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2865106568552138086-6493687485937840110?l=saungsamuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungsamuh.blogspot.com/feeds/6493687485937840110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/06/debat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/6493687485937840110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/6493687485937840110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/06/debat.html' title='Debat'/><author><name>Asep S Muhtadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07805981619482606281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/Si703c1SUpI/AAAAAAAAABw/FfjcauZ8vEw/S220/ASM.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2865106568552138086.post-2394690975301828034</id><published>2009-06-09T02:47:00.000-07:00</published><updated>2009-06-10T01:01:23.870-07:00</updated><title type='text'>Sekolahku</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/Si9oH9rL6zI/AAAAAAAAACg/ZzWyrT04Cfg/s1600-h/mamih-papih.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345605768736140082" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 196px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/Si9oH9rL6zI/AAAAAAAAACg/ZzWyrT04Cfg/s200/mamih-papih.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Keluarga adalah sekolahku yang lain. Seperti di sekolah, aku dapat pelajaran. Banyak sekali pelajaran yang dapat kutimba dari sekolah yang satu ini. Seperti di sekolah, dalam mendayung perahu keluarga, aku banyak melakukan kesalahan. Seperti di sekolah, aku juga kadang berprestasi dan jadi bintang kelas. Seperti di sekolah, ketika berbuat salah, di sini aku kena sanksi. Seperti di sekolah, ketika berprestasi, di sini aku juga sering dapat reward.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Istri dan anak-anaku adalah guru-guruku. Mereka banyak memberi ilmu tentang banyak hal: agar aku bisa lebih bijak, lebih sabar, dan tetap tulus. Aku mencintai mereka, karena mereka pun mencintaiku. Kadang aku marah. Lalu segera minta maaf. Aku tersenyum. Aku bahagia. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Aku merakit keluarga. Tak terasa, hari ini tepat ulang tahun yang ke-20. Hampir seperempat abad sudah kulalui. Tapi aku belum sanggup memberikan yang lebih berharga buat mereka. Perahu ini seolah masih begini-begini saja.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Tapi aku bersyukur, karena mereka tetap mencintaiku, meski aku banyak berbuat keliru. Istriku, anak-anakku, semua pernah menangis. Perih. Mereka menanggung penderitaan, karena kelalaianku.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Maafkan... &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Mamih, Yunus, Salman, dan Shafa. Besok kita memasuki tahun ke-21.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2865106568552138086-2394690975301828034?l=saungsamuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungsamuh.blogspot.com/feeds/2394690975301828034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/06/sekolahku.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/2394690975301828034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/2394690975301828034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/06/sekolahku.html' title='Sekolahku'/><author><name>Asep S Muhtadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07805981619482606281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/Si703c1SUpI/AAAAAAAAABw/FfjcauZ8vEw/S220/ASM.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/Si9oH9rL6zI/AAAAAAAAACg/ZzWyrT04Cfg/s72-c/mamih-papih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2865106568552138086.post-6546004049939633094</id><published>2009-06-01T21:17:00.000-07:00</published><updated>2009-06-01T21:52:09.032-07:00</updated><title type='text'>Saya Suka</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/SiSri65p9LI/AAAAAAAAABg/0EsK4cS5xjg/s1600-h/IMG_0832.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div&gt;Menjelang Pilpres 2009 ini, saya suka kampanye. Bagi saya, acara kampanye di TV adalah tontonan baru. Saya suka itu. Meski secara substansi tidak bermutu, tapi saya merasa terhibur. Banyak tontonan di TV saat ini kian membosankan. Sering hanya itu-itu saja. Tapi, sejak tiga pasangan capres/cawapres ditetapkan KPU, tontonan itu segar kembali.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saya ingat zaman anak-anak tempo doeloe. Anak-anak suka membangga-banggakan dirinya, miliknya, atau pilihannya. Kadang menjelek-jelekan milik atau pilihan orang lain. Sekarang, anak-anak tidak lagi seperti itu. Mereka lebih maju dengan gaya bermainnya yang lebih dewasa. Saya kehilangan itu semua. Saya merindukan suasana anak bermain yang sangat lucu dan menggembirakan itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Beruntung, sekarang banyak pemain baru. Perilaku lucu itu sekarang diperankan pemain baru itu, para politisi dan sejumlah elit politik pendukung dan penggembira demokrasi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Terima kasih, atas hiburan gratis yang tersaji setiap hari. Kelak, kalau pilpres telah usai, sebaiknya suasana ini dilanjutkan. Saling kritik jangan berhenti. Itung-itung menghidupkan peran kontrol yang seharusnya diperankan DPR, karena para anggota legislatif pun sering hanya menjadi tontonan publik.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saya merasa terhibur. Saya suka itu.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2865106568552138086-6546004049939633094?l=saungsamuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungsamuh.blogspot.com/feeds/6546004049939633094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/06/saya-suka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/6546004049939633094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/6546004049939633094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/06/saya-suka.html' title='Saya Suka'/><author><name>Asep S Muhtadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07805981619482606281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/Si703c1SUpI/AAAAAAAAABw/FfjcauZ8vEw/S220/ASM.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2865106568552138086.post-2720105160176902516</id><published>2009-05-15T03:20:00.000-07:00</published><updated>2009-05-15T03:51:41.890-07:00</updated><title type='text'>Mainan Koalisi</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/Sg1JJJ2wuTI/AAAAAAAAABY/3_v_S0EHJ0Y/s1600-h/P1050256.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336001555117160754" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/Sg1JJJ2wuTI/AAAAAAAAABY/3_v_S0EHJ0Y/s200/P1050256.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mungkin, ke depan akan ada mainan yang bernama "Koalisi". Kalau benar kelak mainan itu ada, hampir pasti permainan itu diilhami oleh kisah koalisi yang kini tengah diperankan sejumlah elit politik menjelang pemilihan presiden dan wakil preseden.&lt;br /&gt;Seperti permainan Catur. Mungkin, awalnya, dulu permainan itu diilhami oleh pengalaman perang. Perang tempo doeloe memang tidak banyak menggunakan peralatan senjata modern seperti perang saat ini. Tidak seperti tragedi Irak atau seperti Jalur Gazza. Kira-kira seperti catur. Ada raja yang baru bergerak belakangan. Ada bidak yang sering jadi korban.&lt;br /&gt;Kisah koalisi memang menarik. Bahkan kadang lucu. Ibarat catur. Lihatlah sejumlah partai yang datang mengerumuni calon yang memiliki elektabilitas tinggi. Lalu, tiba-tiba terancam bubar karena merasa tidak disapa. Atau seperti partai besar yang tidak mau berubah jadi patih. Sejak awal memang sudah niat jadi raja.&lt;br /&gt;Kalau benar kelak mainan itu ada, seperti itulah kira-kira permainan itu.&lt;br /&gt;Terima kasih para politisi. Peran-perannya telah membuat saya tertawa bahagia. Ibarat tontonan yang semakin lama semakin meriah.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan benar ada orang kreatif bikin permainan koalisi. Biar anak-anak pun tahu kalau koalisi itu ramai dan menarik untuk ditonton.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2865106568552138086-2720105160176902516?l=saungsamuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungsamuh.blogspot.com/feeds/2720105160176902516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/05/mainan-koalisi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/2720105160176902516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/2720105160176902516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/05/mainan-koalisi.html' title='Mainan Koalisi'/><author><name>Asep S Muhtadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07805981619482606281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/Si703c1SUpI/AAAAAAAAABw/FfjcauZ8vEw/S220/ASM.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/Sg1JJJ2wuTI/AAAAAAAAABY/3_v_S0EHJ0Y/s72-c/P1050256.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2865106568552138086.post-1875362255349191626</id><published>2009-04-13T01:05:00.000-07:00</published><updated>2009-04-14T01:34:56.031-07:00</updated><title type='text'>Melanggarlah..!</title><content type='html'>&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" unselectable="on" width="100%"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;Setelah masa kampanye terbuka usai, berbagai media mengumumkan hasil rekapitulasi pelanggaran yang dilakukan partai politik peserta pemilu. Hasilnya, luar biasa: tiga partai besar tercatat sebagai pelaku pelanggaran terbanyak selama masa kampanye.&lt;br /&gt;Sehari setelah masa pencontrengan, berbagai lembaga survey mengumumkan hasil hitung cepat. Hasilnya, luar biasa: tiga partai besar keluar sebagai partai yang memperoleh suara terbanyak.&lt;br /&gt;"Apa katamu Kang?", tanya saya pada Kang Kabayan.&lt;br /&gt;"Ya, melanggarlah kalau ingin memenangi pemilu di Indonesia", jawab Kabayan singkat.&lt;br /&gt;Toh, partai yang melakukan pelanggaran paling banyak-lah yang dapat memperoleh suara paling banyak. Semakin banyak melakukan pelanggaran, semakin terbuka peluang menang dalam pemilu di negeri ini.&lt;br /&gt;Dan, partai pelaku pelanggaran itu, tetap melenggang tenang. Tanpa beban. Pelanggaran cukup diumumkan, tanpa menghambat sedikit pun pelaku pelanggaran.&lt;br /&gt;Hehe... politik Indonesia... Lucu..!&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr unselectable="on" hb_tag="1"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2865106568552138086-1875362255349191626?l=saungsamuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungsamuh.blogspot.com/feeds/1875362255349191626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/04/melanggarlah.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/1875362255349191626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/1875362255349191626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/04/melanggarlah.html' title='Melanggarlah..!'/><author><name>Asep S Muhtadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07805981619482606281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/Si703c1SUpI/AAAAAAAAABw/FfjcauZ8vEw/S220/ASM.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2865106568552138086.post-6124167022766693321</id><published>2009-03-23T21:36:00.000-07:00</published><updated>2009-03-23T22:03:51.587-07:00</updated><title type='text'>Politik ABG</title><content type='html'>Ternyata ada benarnya, kata seorang bijak, jika ingin mengetahui perilaku politisi, lihatlah perilaku anak-anak yang baru beranjak remaja.&lt;br /&gt;Mereka demam mencari kawan. Kadang kelihatan salah tingkah. Ada rasa was-was menyelimuti tingkah lakunya. Sering juga khawatir jika satu saat tidak mendapat kawan setia.&lt;br /&gt;Jika kawan sebayanya telah berhasil mendapat pasangan, dia pun kelabakan mencari pasangan.&lt;br /&gt;Mungkin, seperti inilah para politisi kita menjelang pelaksanaan pesta demokrasi. Loncat sana loncat sini, sibuk mencari pasangan dan dukungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sulit melihat kejujuran obyektif. Kita akhirnya hanya bisa menonton pertunjukan itu. Seperti sebuah sandiwara. Ada peran yang berganti-ganti, dengan kostum politik yang berbeda-beda. Obral janji, tebar pesona, bikin opini, lempar caci-maki, dan berusaha membela diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm.... Capek.... Judulnya sih keren: "Koalisi".&lt;br /&gt;Tapi apakah seperti itu yang disebut koalisi dalam lakon politik ataupun demokrasi?&lt;br /&gt;Bikin koalisi kok kayak ABG lagi pacaran, hehehe....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2865106568552138086-6124167022766693321?l=saungsamuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungsamuh.blogspot.com/feeds/6124167022766693321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/03/politik-abg.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/6124167022766693321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/6124167022766693321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/03/politik-abg.html' title='Politik ABG'/><author><name>Asep S Muhtadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07805981619482606281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/Si703c1SUpI/AAAAAAAAABw/FfjcauZ8vEw/S220/ASM.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2865106568552138086.post-4799505920199791090</id><published>2009-03-01T19:57:00.000-08:00</published><updated>2009-03-01T20:10:49.895-08:00</updated><title type='text'>Pergeseran</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/SatcL6_DLiI/AAAAAAAAABA/i4yO4HKonBw/s1600-h/01032009[2].jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308437945668283938" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/SatcL6_DLiI/AAAAAAAAABA/i4yO4HKonBw/s320/01032009%5B2%5D.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Mungkin karena terlalu lama saya tidak menyentuh dunia kemahasiswaan. Saya agak kaget ketika datang memenuhi undangan kegiatan pelatihan kepemimpinan mahasiswa. Seolah telah terjadi pergeseran. Tapi entah pada sisi yang mana. Saya ibarat "penghuni gua kahfi" &lt;em&gt;(ashabul kahfi) &lt;/em&gt;yang asing dengan medan baru yang dihadapi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jauh perjalanannya. Turun lembah naik bukit. Akhirnya sampai. Ada gubuk kecil yang mereka sebut Padepokan. Di situ mereka mengadakan pelatihan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saya datang. Sekedar berbagi, sekaligus bernostalgia. Saya pernah seperti mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2865106568552138086-4799505920199791090?l=saungsamuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungsamuh.blogspot.com/feeds/4799505920199791090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/03/pergeseran.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/4799505920199791090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/4799505920199791090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/03/pergeseran.html' title='Pergeseran'/><author><name>Asep S Muhtadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07805981619482606281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/Si703c1SUpI/AAAAAAAAABw/FfjcauZ8vEw/S220/ASM.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/SatcL6_DLiI/AAAAAAAAABA/i4yO4HKonBw/s72-c/01032009%5B2%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2865106568552138086.post-1072735427264765280</id><published>2009-02-18T22:39:00.001-08:00</published><updated>2009-02-18T22:52:46.070-08:00</updated><title type='text'>Surti</title><content type='html'>&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" unselectable="on" width="100%"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;Istilah "surti", sejauh yang saya ketahui, hanya ada dalam kamus Sunda.&lt;br /&gt;Maknanya, kurang-lebih merupakan perpaduan antara memahami, mengerti, empati, dan kesadaran yang tulus untuk melakukan sesuatu sesuai isyarat verbal maupun non-verbal yang muncul pada pihak lain.&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari, surti sangat diperlukan untuk memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengekspresikan kebebasannya.&lt;br /&gt;Meski begitu, sering orang datang tanpa surti. Kita bisa tersiksa.&lt;br /&gt;Seperti hari kemarin. Seseorang datang. Dia sama sekali tidak surti.&lt;br /&gt;Meski dia pasti tahu kalau kantor adalah tempat orang bekerja. Tapi bagi dia tidak.&lt;br /&gt;Saya terpaksa harus melayani tamu tanpa surti, meski harus mengorbankan sejumlah kewajiban.&lt;br /&gt;Aku pernah mengeluhkan kepada Tuhan keadaan seperti ini.&lt;br /&gt;Tuhan, bolehkah aku tidak menghormati tamu seperti ini, padahal aku tahu menghormati tamu adalah bagian dari kewajiban.&lt;br /&gt;Hmmm... Capek!&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr unselectable="on" hb_tag="1"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2865106568552138086-1072735427264765280?l=saungsamuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungsamuh.blogspot.com/feeds/1072735427264765280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/02/surti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/1072735427264765280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/1072735427264765280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/02/surti.html' title='Surti'/><author><name>Asep S Muhtadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07805981619482606281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/Si703c1SUpI/AAAAAAAAABw/FfjcauZ8vEw/S220/ASM.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2865106568552138086.post-3277361943314770571</id><published>2009-02-08T02:47:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T03:00:33.893-08:00</updated><title type='text'>Oh, Guruku</title><content type='html'>Guruku jadi Caleg. Haknya memang. Tapi aku jadi was-was. Dia akan "lari" meninggalkan ruang kehidupan yang selama ini jadi miliknya, milik kami, dan milikku juga.&lt;br /&gt;Dunia ilmu yang selama ini menjadi obat penenang di saat gelisah. Dunia yang selama ini menjadi penawar ketika datang racun kehidupan. Dunia yang menjadi tempat kembali ketika dikejar setan modernisme dan kunti globalisasi.&lt;br /&gt;Di depan guruku, ada dunia baru. Dunia persilatan untuk mempertaruhkan kebenaran. Medan pertempuran ideologi di antara para bajingan dan oportunis.&lt;br /&gt;Dan di belakang guruku, ada tangis yang tersisa di balik dinding aspirasi yang tak pernah terjawab; ada luka di tepi harapan para jamaah yang biasa mondok untuk mengaji dan meminta do'a; ada rasa miris dari kerabat yang biasa saling melempar canda.&lt;br /&gt;Akan sanggupkah guruku? Sebab waktu semakin dekat.&lt;br /&gt;Tapi, ya sudah... Belum tentu terpilih kok....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2865106568552138086-3277361943314770571?l=saungsamuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungsamuh.blogspot.com/feeds/3277361943314770571/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/02/oh-guruku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/3277361943314770571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/3277361943314770571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/02/oh-guruku.html' title='Oh, Guruku'/><author><name>Asep S Muhtadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07805981619482606281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/Si703c1SUpI/AAAAAAAAABw/FfjcauZ8vEw/S220/ASM.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2865106568552138086.post-6608251506893037192</id><published>2009-01-30T06:48:00.000-08:00</published><updated>2009-01-30T07:04:44.530-08:00</updated><title type='text'>Nggak Mungkin</title><content type='html'>Dari deretan wajah yang terpampang di pinggir jalan, rasanya ada yang kukenal. Namanya tidak sempat terbaca. Wajahnya persis mengingatkan saya pada seorang teman yang cerdas, kreatif, peduli, dan penuh tangung jawab.&lt;br /&gt;Kalau benar dia yang saya kenal, nggak mungkin wajahnya dia pasang di pinggir jalan. Kayak ngga ada kerjaan aja.&lt;br /&gt;Dan ternyata memang bukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang sepintas terlihat persis wajah orang yang saya kenal. Kalau benar dia, saya kenal betul mutu kreatifitasnya, bobot rasionalitasnya, tingkat kepedulian dan tanggung jawabnya. Angka kumulatifnya, di bawah rata-rata.&lt;br /&gt;Kalau benar dia, dia pasang sendiri wajahnya di pinggir jalan, dia yang ingin mewakili rakyat, dia yang akan membawa aspirasi umat. Rasanya, nggak mungkin. Nggak mungkin dia lolos saringan.&lt;br /&gt;Tapi ternyata memang dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm... Qiyamah Sughra.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2865106568552138086-6608251506893037192?l=saungsamuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungsamuh.blogspot.com/feeds/6608251506893037192/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/01/nggak-mungkin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/6608251506893037192'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/6608251506893037192'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/01/nggak-mungkin.html' title='Nggak Mungkin'/><author><name>Asep S Muhtadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07805981619482606281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/Si703c1SUpI/AAAAAAAAABw/FfjcauZ8vEw/S220/ASM.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2865106568552138086.post-1906751566332570961</id><published>2009-01-27T01:42:00.000-08:00</published><updated>2009-01-30T06:46:16.858-08:00</updated><title type='text'>Capek</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/SX7ZE-roWgI/AAAAAAAAAAw/DSb4v5LYPmU/s1600-h/DSCN0934.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5295908891402983938" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/SX7ZE-roWgI/AAAAAAAAAAw/DSb4v5LYPmU/s320/DSCN0934.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" width="100%" unselectable="on"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;&lt;div&gt;Maaf, saya lagi capek. Sering, capek itu bukan karena kerja fisik. Tapi justeru karena beban psikis. Saya lagi capek. Ada tamu. Aku harus melayaninya, karena agamaku mengajarkan begitu. Secara fisik, tentu tidak capek. Cukup duduk dan mendengarkan "ceramah". Tidak berkeringat. Tapi secara psikis, aku lelah menghormatinya. Lelah karena sebetulnya "nasihat-nasihatnya" tidak masuk pada ruang akal pikiranku, minatku, dan ketulusanku.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Agamaku memang mengajarkan untuk menghormati tamu. Saya tidak berani protes. Tapi saya juga bertanya, apakah agama tidak mencoba memahami rasa lelahku? Setahu saya, agama selalu memberikan yang terbaik dan titahnya selalu yang tidak membuat lelah.&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Tuhan, dalam keadaan seperti itu, bolehkah aku menghindari tamu yang datang menemuiku? Aku capek, Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ini perang bathinku yang kedua.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr unselectable="on" hb_tag="1"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2865106568552138086-1906751566332570961?l=saungsamuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungsamuh.blogspot.com/feeds/1906751566332570961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/01/capek.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/1906751566332570961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/1906751566332570961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/01/capek.html' title='Capek'/><author><name>Asep S Muhtadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07805981619482606281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/Si703c1SUpI/AAAAAAAAABw/FfjcauZ8vEw/S220/ASM.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/SX7ZE-roWgI/AAAAAAAAAAw/DSb4v5LYPmU/s72-c/DSCN0934.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2865106568552138086.post-4719802394843321595</id><published>2009-01-23T15:02:00.000-08:00</published><updated>2009-01-23T15:42:22.247-08:00</updated><title type='text'>Politik Mejeng</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/SXpVFy0SkRI/AAAAAAAAAAo/29jy7HIQRL4/s1600-h/hup+hup.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 234px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/SXpVFy0SkRI/AAAAAAAAAAo/29jy7HIQRL4/s400/hup+hup.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5294637869956239634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Malu sendiri. Saya melihat banyak wajah yang saya kenal terpasang di pinggir jalan.&lt;br /&gt;Dengan sangat percaya diri, mereka "mejeng" memperkenalkan diri. Banyak di antaranya yang penuh dengan janji. Mungkin, mereka tulus memasang gambar mereka sendiri. Tapi mungkin juga ada di antaranya yang terpaksa melakukannya.&lt;br /&gt;Mereka harus melakukan itu. Mereka ingin dikenal publik; ingin mendapat simpatik; ingin dipandang sebagai pejuang; ingin dipercaya sebagai pemegang aspirasi; atau sekedar ingin mendapat belas kasihan.&lt;br /&gt;Saya tahu, ada di antaranya yang kurang rela. Mereka sebetulnya malu.&lt;br /&gt;Tapi, mekanisme politik seolah memaksa mereka untuk memasang gambar di pinggir jalan.&lt;br /&gt;"Sudahlah, terimalah kawan..."&lt;br /&gt;Hanya itu yang dapat saya katakan. Mudah-mudahan menjadi penghibur mereka.&lt;br /&gt;Toh, politik sudah terlanjur menjadi pilihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar untuk menghibur mereka, saya temani di sini.&lt;br /&gt;Maaf kawan. Saya tidak ingin di pinggir jalan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2865106568552138086-4719802394843321595?l=saungsamuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungsamuh.blogspot.com/feeds/4719802394843321595/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/01/politik-mejeng.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/4719802394843321595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/4719802394843321595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/01/politik-mejeng.html' title='Politik Mejeng'/><author><name>Asep S Muhtadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07805981619482606281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/Si703c1SUpI/AAAAAAAAABw/FfjcauZ8vEw/S220/ASM.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/SXpVFy0SkRI/AAAAAAAAAAo/29jy7HIQRL4/s72-c/hup+hup.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2865106568552138086.post-5983902574321369414</id><published>2009-01-22T23:50:00.000-08:00</published><updated>2009-01-23T00:00:49.096-08:00</updated><title type='text'>Nasib Buruk</title><content type='html'>&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" unselectable="on" width="100%"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;Ini terjadi di Indonesia. Teman saya menulis buku bertajuk &lt;em&gt;Perencanaan Pembelajaran&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Dapet royalti. Ya, paling besar 10%. Tentu lebih kecil dibanding distributor yang, konon, bisa mencapai 30% atau bahkan 40%.&lt;br /&gt;Diam-diam, buku itu terpilih oleh Diknas untuk dijadikan buku paket. Diknas memesan pada sang penerbit. Menurut kabar, biasanya, Diknas memesan tidak kurang dari 30.000 atau bahkan bisa mencapai 50.000 eksemplar.&lt;br /&gt;Hmmm... hitung aja royaltinya. Berapa seharusnya penulis itu memperoleh rupiah. Dia pun diberitahu penerbit, dan diberi uang sebesar Rp. 50.000.000.&lt;br /&gt;Kawan saya yang bekerja di penerbit bilang: "seharusnya dia dapat Innova...".&lt;br /&gt;Inilah nasib buruk penulis di Indonesia.&lt;br /&gt;Jangan mimpi akan lahir ribuan penulis di negeri ini. Kecuali jika penulis sudah tidak lagi butuh insentif; jika penulis sudah tidak perlu makan; jika penulis sudah terbebas dari kewajiban memberi nafkah anak dan istri.&lt;br /&gt;Hmmm.. kapan ya....&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr unselectable="on" hb_tag="1"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2865106568552138086-5983902574321369414?l=saungsamuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungsamuh.blogspot.com/feeds/5983902574321369414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/01/nasib-buruk.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/5983902574321369414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/5983902574321369414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/01/nasib-buruk.html' title='Nasib Buruk'/><author><name>Asep S Muhtadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07805981619482606281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/Si703c1SUpI/AAAAAAAAABw/FfjcauZ8vEw/S220/ASM.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2865106568552138086.post-5954404934270398842</id><published>2009-01-05T19:59:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T20:16:08.718-08:00</updated><title type='text'>Perang</title><content type='html'>Beberapa hari terakhir, saya sering menerima SMS. Isinya sederhana: "Tolong bacakan &lt;em&gt;Laailaaha illallah, Allahu Akbar, &lt;/em&gt;dan Surah al-Ikhlas 3x untuk Masjid al-Aqsha yang sedang dikepung oleh Israel..."&lt;br /&gt;Saya pun melakukan permintaan itu. Selain sederhana, juga tidak sulit.&lt;br /&gt;Mungkin do'a saya tidak berarti apa-apa. Tapi saya tetap berharap, do'a itu bisa menghentikan perang.&lt;br /&gt;Harapan yang luar biasa memang. Perang dihentikan.&lt;br /&gt;Ya, apapun alasan dan latar belakangnya, perang harus berhenti. Tapi tidak gampang. Perlu kekuatan. Do'a memang hanya bagian pelengkap saja untuk sebuah usaha. Malah bagi orang Islam, do'a menjadi bagian dari ibadah.&lt;br /&gt;Perang selalu memakan korban. Orang-orang tak berdosa pun ikut jadi korban. Perang juga selalu mengundang reaksi: demonstrasi di mana-mana. Sangat melelahkan.&lt;br /&gt;Perang selalu sulit dihentikan. Solusinya, jangan ada perang, jangan bikin perang, dan jangan melakukan sesuatu yang dapat mengundang perang.&lt;br /&gt;Sudahlah. Capek.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2865106568552138086-5954404934270398842?l=saungsamuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungsamuh.blogspot.com/feeds/5954404934270398842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/01/perang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/5954404934270398842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/5954404934270398842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/01/perang.html' title='Perang'/><author><name>Asep S Muhtadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07805981619482606281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/Si703c1SUpI/AAAAAAAAABw/FfjcauZ8vEw/S220/ASM.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2865106568552138086.post-2485783370267783751</id><published>2009-01-02T11:16:00.000-08:00</published><updated>2009-01-02T11:38:34.116-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Refleksi'/><title type='text'>Ganti Tahun</title><content type='html'>Mengakhiri ataupun mengawali tahun, sama saja. Tahun berakhir atau memulai tahun baru.&lt;br /&gt;Substansinya adalah soal waktu. Bagaimana kita bisa memaknai waktu. Detik, menit, hari, minggu, hingga tahun itu berganti.&lt;br /&gt;Bagi kaum tertindas, mereka yang papa, atau orang-orang yang tengah menjerit sepi, waktu adalah masa yang amat panjang. Terasa lama karena menyimpan luka.&lt;br /&gt;Tapi, bagi mereka yang tengah meneguk bahagia, mereka yang beruntung kenyang, di tengah hiruk-pikuk berbagai aktivita, waktu adalah masa yang amat singkat. Terlampau cepat ia berlalu.&lt;br /&gt;Waktu bisa menjadi segalanya. Waktu juga bisa menjadi beban yang menyesakkan. Waktu begitu penting, atau amat tidak berharga. Semua tergantung pada bagaimana kita bisa memaknainya.&lt;br /&gt;Buat apa hura-hura ketika tahun berganti angka.&lt;br /&gt;Pulanglah. Berhenti sejenak untuk melakukan refleksi diri. Tarik napas, hitunglah dari detik ke detik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2865106568552138086-2485783370267783751?l=saungsamuh.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://saungsamuh.blogspot.com/feeds/2485783370267783751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/01/ganti-tahun.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/2485783370267783751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2865106568552138086/posts/default/2485783370267783751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://saungsamuh.blogspot.com/2009/01/ganti-tahun.html' title='Ganti Tahun'/><author><name>Asep S Muhtadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07805981619482606281</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_HNW1NvZAfc0/Si703c1SUpI/AAAAAAAAABw/FfjcauZ8vEw/S220/ASM.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
